AS Khawatir Hasil Pemilu Diretas Iran, China dan Rusia

Election Day USA | Foto: Istimewa

KEPRIBETTER.COM, Washington DC – Badan Keamanan Nasional AS (NSC) dan Komando Siber (US Cyber Command) melakukan operasi terhadap Iran dalam dua minggu terakhir sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk melindungi pemilu 2020 dari campur tangan asing. Informasi itu disampaikan seorang pejabat AS yang menjadi sumber CNN World, Rabu (4/11/2020) .

Operasi anti siber itu, pertama kali ditulis oleh Koran Washington Post yang menyebutkan adanya peretas Iran yang bekerja untuk Korps Pengawal Revolusi Islam setelah mereka melakukan serangan bulan lalu.

BACA JUGA:  Jepang Cabut Status Darurat Covid-19

“Mereka menyamar sebagai kelompok sayap kanan Proud Boys dan mengirim email yang mengancam ke pemilih Amerika,” kata pejabat senior AS.

US Cyber Command, yang dipimpin oleh Jenderal Paul Nakasone, yang juga mengawasi NSA, tidak segera menanggapi konfirmasi atas info tersebut.

Rincian operasi spesifik AS yang menargetkan peretas Iran masih belum jelas, tetapi berita itu muncul karena para pejabat tetap waspada terhadap potensi campur tangan asing pada Hari Pemilu.

Seorang pejabat AS juga mengatakan kepada CNN bahwa Komando Siber AS memperluas operasinya yang bertujuan untuk mengidentifikasi aktor siber asing yang berbahaya sebelum hari pemilihan.

BACA JUGA:  80 Persen Penerbangan Batal Pasca Ditemukan 50 Kasus Covid-19 di Shijiazhuang

“Misinya tidak hanya mencari peretas Rusia, tetapi juga dari semua musuh utama, termasuk Iran dan China,”tuturnya.

Pejabat AS yang sama mengatakan bahwa operasi dunia maya terhadap aktor asing, di seluruh spektrum tindakan ofensif dan defensif, dimulai sebelum pemilihan dan akan berlanjut setelah pemungutan suara terakhir dilakukan.

Perluasan operasi “berburu” Komando Siber menjelang Hari Pemilu, yang dibangun di atas upaya yang dimulai pada tahun 2018 untuk mengidentifikasi peretas dan taktik asing, pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.

BACA JUGA:  Rivan A. Purwantono Raih Risk Professional of the Year di Ajang ASEAN Risk Awards 2023

Dan sementara seorang pejabat senior keamanan pemilihan dari Cybersecurity and Infrastructure Security Agency mengatakan campur tangan asing dan aktivitas cyber yang berbahaya tetap diwaspadai sampai hasil akhir pemilu selesai.

“Mungkin ada gangguan, tetapi situs web pelaporan malam pemilihan itu tidak terkait dengan penghitungan resmi atau proses sertifikasi. Semuanya terpisah,” tambah mereka.

Penulis: Tata