Gubernur Anies Tak Kasih Izin Keramaian, Tapi FPI Punya Bukti Surat Dukungan Kegiatan

Kerumunan massa FPI pada acara Maulid Nabi di kediaman Riziq Shihab | Foto: Istimewa

KEPRIBETTER.COM, Jakarta – Saling menyalahkan akhirnya muncul dari efek kegiatan Rizieq Shihab.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku pihaknya telah berupaya melarang kerumunan dalam pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad dan pernikahan putri Rizieq Shihab, di Petamburan, Jakarta Pusat Pusat, Sabtu (14/11/2020).

Riza menuturkan, pada Kamis (12/11/2020), atau dua hari sebelum acara Maulid itu digelar, Wali Kota Jakarta Pusat telah diminta melakukan sejumlah langkah antisipatif yang diinstruksikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk acara tersebut.

BACA JUGA:  Irjen Kemenkum HAM Terima Sertifikat ISO 37001:2016 Tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Ia mengatakan instruksi itu disampaikan Anies lewat grup WhatsApp untuk koordinasi antara gubernur dengan jajarannya.

“Hari Kamis ya, pada wali kota,WhatsApp dari Pak Gubernur langsung. Kita ada grup koordinasi wilayah. Semua dari Gubernur sampai jajaran Kabid internal semua baca,” ujarnya, dalam acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, yang dirilis CNN, Rabu (18/11/2020) malam.

Kepada Wali Kota Jakpus, seperti diungkapkan Riza, Anies menginstruksikan agar ada pengerahan petugas dalam jumlah besar dengan membawa poster di acara Maulid untuk mengingatkan massa menerapkan protokol kesehatan.

BACA JUGA:  Mantan Pentolan Ormas Terlarang FPI, Rizieq Shihab Sesak Nafas di Tahanan Polda Metro

“Jadi sangat jelas kami sudah menyampaikan langsung, dikampanyekan, bahwa tidak boleh ada kegiatan apapun yang menghadirkan banyak orang yang dapat menimbulkan kerumunan,” kata Riza.

Menjawab pernyataan Riza, Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif mengaku pihaknya menerima surat dari Dinas Perhubungan DKI.

“Yang dari Dishub tentang penutupan jalan itu ada kalimat mendukung kegiatan kita,” kata dia.

Penulis: Tata