Selama Semester I 2022, Bea Cukai Batam Kumpulkan Penerimaan Negara Lebih dari Rp500 Miliar

Selama Semester I 2022, Bea Cukai Batam Kumpulkan Penerimaan Negara Lebih dari Rp500 Miliar

Dialog kinerja organisasi Bea Cukai Batam. (Foto: BC Batam)


KEPRIBETTER.COM, BATAM – Semester I 2022, Bea Cukai Batam berhasil mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp536,04 miliar. Suatu catatan yang luar biasa mengingat tahun 2022 masih 6 bulan berjalan.

Kabid Perbendaharaan dan Keberatan Bea Cukai Batam, Hartono mengatakan, realisasi penerimaan yang mencapai Rp536,04 miliar atau 137,08% dari target tahun 2022 sebesar Rp391,04 miliar merupakan total keseluruhan dari penerimaan bea masuk, bea keluar, cukai yang dikumpulkan oleh Bea Cukai Batam.

“Realisasi bea masuk hingga juni 2022 sebesar Rp 156,59 miliar, realisasi bea keluar sebesar Rp374,43 miliar dan realisasi cukai sebesar Rp5,02 miliar,” ujar Hartono melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Senin (18/7/2022).

Dikatakan Hartono, secara total, penerimaan Bea Cukai Batam hingga 30 Juni 2022 mengalami kenaikan Rp43,81 miliar atau 8,90% dibandingkan tahun 2021 di periode yang sama. Untuk penerimaan bea masuk mengalami kenaikan Rp26,04 miliar (19,95%) diperiode yang sama begitu juga dengan penerimaan bea keluar yang mengalami kenaikan Rp18,04 miliar (5,06%).

“Hanya penerimaan cukai yang sedikit mengalami penurunan pada periode yang sama yaitu sebesar Rp0,27 miliar,” terang Hartono.

Pada tahun 2022, perusahaan penyumbang bea masuk terbesar masih dari perusahaan Indotirta Suaka yang bergerak pada bidang agrobisnis.

“Kemudian diikuti oleh Citra Tubindo TBK yang merupakan perusahaan minyak dan gas,” paparnya.

Ketiga, disumbang oleh Timas Suplindo yaitu perusahaan perdagangan elektronik, mesin konstruksi jalan dan alat perminyakan. Keempat, Timas Samudera Indonesia perusahan angkutan laut dalam negeri dan terakhir Duta Niaga Logistik, perusahaan jasa kiriman.

Penerimaan bea keluar pada tahun 2022 mengalami kenaikan dikarenakan Harga Patokan Ekspor (HPE) Crude Palm Oil sebesar USD 1.700,12/MT.

Dijelaskannya, untuk perusahaan penyumbang bea keluar terbesar yaitu Synergy Oil Nusantara kemudian diikuti oleh Energi Unggul Persada.

“Bea Cukai Batam terus optimis dan terus berkomitmen dalam berbagai upaya guna mengoptimalkan penerimaan negara,” tukasnya.

Pemerintah Provinsi Kepri